Serba-serbi Pinjaman Uang Cepat Tanpa Jaminan

0
202

Kebutuhan akan dana tunai makin hari makin meningkat. Hal ini tak lepas dari harga-harga barang kebutuhan pokok yang mengalami kecenderungan untuk naik serta aneka kebutuhan lain yang sifatnya tak kalah mendesak. Saat membutuhkan dana dengan jumlah tertentu dan dalam waktu singkat, cara tercepat yang terpikir di benak kita mungkin adalah meminjam pada saudara atau teman. Namun jika pihak-pihak yang seringkali diandalkan tersebut juga tidak memiliki dana sejumlah yang kita harapkan, maka pilihan akan jatuh pada mengajukan pinjaman di lembaga peminjaman uang. Bank, koperasi sert multi finance kadang akan jadi tujuan kita berikutnya.

Akan tetapi, mengajukan pinjaman di lembaga peminjaman uang kadang akan kembali terbentur masalah. Agar bisa mendapat dana dalam jumlah tertentu, kita diharuskan untuk menyerahkan barang jaminan. Biasanya, jaminan ini berupa surat-surat berharga seperti BKPB kendaraan, surat tanah hingga sertifikat rumah. Dapat pula berupa perhiasan emas atau kendaraan seperti motor atau mobil. Menjaminkan barang seperti ini tentu memiliki resiko tersendiri. Salah satunya adalah apabila kita gagal melunasi pinjaman, maka barang jaminan tersebut akan disita dan dilelang. Kita juga tidak akan dapat menggunakan barang yang dijadikan jaminan selama pinjaman belum dilunasi. Lalu, bagaimana solusinya agar kita bisa tetap mendapat pinjaman secara cepat namun tetap aman?

Solusinya adalah dengan mengajukan pinjaman tanpa agunan. Hampir semua bank telah memiliki produk Kredit Tanpa Agunan atau KTA masing-masing yang memiliki kelebihannya sendiri-sendiri. Atau, kita juga dapat memanfaatkan Lonify pinjaman uang cepat sebagai lembaga peminjaman uang online. Sesuai namanya, pinjaman yang tak disertai agunan ini tidak mensyaratkan kita untuk menyerahkan aneka barang jaminan. Ini akan membuat prosesnya makin cepat dan mudah. Dana bisa langsung cair dalam hitungan hari dan kita dapat menggunakannya untuk berbagai kebutuhan. Pinjaman tanpa agunan seolah jadi solusi dan jalan keluar bagi kita yang membutuhkan dana cepat namun tak mau direpotkan urusan administrasi terlalu panjang serta pastinya tanpa harus menyerahkan barang jaminan.

Metode pinjaman tanpa agunan ini memang terbilang menggiurkan. Namun, masih ada sejumlah kekurangan dari metode ini. Di antaranya adalah tenor yang pendek, di mana rata-rata masa peminjamannya hanya berlangsung satu bulan saja. Selain itu, jumlah dana yang bisa dipinjam juga lebih sedikit. Jika produk pinjaman konvensional bisa mengalirkan dana segar hingga Rp200 juta atau bahkan lebih, maka pinjaman tanpa agunan ini mematok angka maksimal antara Rp5 juta saja. Kekurangan lain dari pinjaman tanpa agunan ialah bunga yang besar. Hal ini tentu karena tidak adanya barang jaminan yang kita berikan, sehingga pihak pemberi pinjaman tak mau merugi.

Alasan Membutuhkan Pinjaman Cepat

Jika sudah mempertimbangkan baik buruknya pinjaman tanpa agunan, kita bisa langsung mengunjungi bank atau lembaga peminjaman uang terdekat. Banyak kondisi yang membuat kita membutuhkan pinjaman cepat, di antaranya:

  1. Modal usaha. Meminjam dana sebagai modal usaha terbilang sebagai langkah cerdas. Ini karena nantinya kita bisa mengangsur pengembalian dana melalui keuntungan dari usaha yang dijalankan. Banyak juga orang yang mengajukan pinjaman tanpa agunan ini sebagai modal bisnis yang hendak dijalankan.
  2. Biaya pendidikan. Mahalnya biaya pendidikan membuat banyak orang memilih untuk membayarnya menggunakan program pinjaman uang tanpa jaminan. Apalagi karena prosesnya yang cepat dan dana bisa langsung cair, sehingga pembayaran biaya pendidikan juga bisa segera dilakukan.
  3. Biaya perawatan kesehatan. Tidak ada yang tahu bagaimana nasib manusia. Sehari lalu kita masih dalam keadaan sehat, namun di hari berikutnya tiba-tiba jatuh sakit. Perawatan kesehatan yang dibutuhkan secara mendadak ini bisa jadi alasan pengajuan pinjaman tanpa jaminan.

Yang terpenting dari pengajuan pinjaman tanpa agunan di Monily adalah bahwa kita memang membutuhkan dana tersebut, bahkan bisa dibilang kita membutuhkannya secara terdesak. Akan lebih baik lagi apabila kita menggunakan dana pinjaman untuk hal-hal produktif seperti modal usaha dan lain-lain. Anggaplah pinjaman dana ini adalah investasi, sehingga kita harus menggunakannya untuk investasi pula. Ini akan membuat pinjaman dana yang didapat bisa berhasil guna serta memudahkan kita nanti saat mengangsur pengembaliannya.

Hindari melakukan pinjaman dana, baik yang tanpa agunan ataupun disertai agunan, jika kita hanya hendak menggunakannya untuk tujuan konsumtif. Termasuk di antaranya adalah memenuhi keinginan dan nafsu belanja semata, seperti membeli gadget baru, membeli kendaraan baru dan lain sebagainya. Memang kita masih bisa mengajukan pinjaman untuk pemenuhan kebutuhan yang sifatnya konsumtif, namun keputusan ini akan terbilang kurang bijak. Kita akan merasa kesulitan nantinya saat mengembalikan dana pinjaman tersebut. Selain itu, besar kemungkinan kita justru akan terjebak dalam pusaran utang. Di mana untuk melunasi satu utang maka kita akan mengajukan utang lainnya. Kita tentu tak menginginkan hal ini terjadi.

Itulah pentingnya mempertimbangkan masak-masak apa yang menjadi tujuan kita mengajukan pinjaman. Apakah sekedar menuruti keinginan semata atau memang benar-benar dibutuhkan. Kebutuhan harus selalu berada di atas keinginan. Penuhi dulu kebutuhan yang ada, baru kita berlanjut ke pemenuhan keinginan, terutama yang sifatnya konsumtif. Susun skala prioritas mulai dari kebutuhan primer, sekunder hingga tersier. Mulai dari yang paling dibutuhkan sampai yang tak terlalu diperlukan. Penuhi mulai dari atas terlebih dahulu dan perlahan makin turun ke bawah. Hindari meminjam uang hanya demi keinginan semata, karena hal ini bisa berujung pada sulitnya mengembalikan dana pinjaman dan besaran bunga yang makin melonjak naik.

Kita harus paham bahwa dana yang didapat adalah dana pinjaman semata. Artinya, kita harus mengembalikan dana tersebut nantinya. Bahkan, jumlah yang dikembalikan akan lebih banyak daripada jumlah yang dipinjam. Ini karena masih ada bunga serta biaya-biaya tambahan lain yang dibebankan pada kita. Masalah keuangan belum selesai ketika kita mendapat dana pinjaman dari bank atau lembaga peminjaman lainnya. Masalah baru selesai ketika kita melunasi pinjaman tersebut. Semakin lama kita menunggak pembayarannya, maka biaya penalti keterlambatan pembayaran akan semakin menumpuk. Beban kita akan semakin berat apabila terus menunda melakukan pembayaran.

Oleh karena itulah, pinjaman tanpa agunan sekalipun harus benar-benar dipertimbangkan masak-masak sebelum diajukan. Prosesnya memang cepat dan mudah, namun seringkali banyak orang menyalahgunakan proses yang cepat ini untuk mengajukan pinjaman demi pemenuhan kebutuhan yang sifatnya konsumtif. Pahami dulu seperti apa proses peminjaman serta biaya-biaya yang dibebankan pada peminjam, terutama besaran dana yang berlaku. Pinjamlah hanya saat kita benar-benar butuh dan yakin akan dapat mengembalikannya dalam waktu singkat. Produk KTA sendiri bisa kita dapatkan di hampir semua bank. Bahkan sekarang sudah ada metode peminjaman uang online tanpa jaminan. Kenali dulu sistemnya serta tanyakan sejelas-jelasna terkait prosedur peminjaman serta pencairan dana, agar kita tak menyesal di kemudian hari karena merasa dirugikan.