Kebiasaan Burukku Saat Menjabat sebagai Manajer

0
1012
Pengalaman manager
Pengalaman manager

Dulu sekali, aku adalah manajer yang tidak profesional karena aku suka menginvestasikan uangku dalam perdagangan valuta asing sesuka hatiku. Sampai akhirnya, aku mengalami masalah keuangan yang membuatku harus berhutang kepada bank. Untungnya, di masa-masa sulitku, keluarga dan teman-temanku selalu mendukungku. Salah satu bentuk dukungannya adalah memberitahuku tentang foreximf.com, pialang forex terpercaya yang dapat membantuku menghasilkan keuntungan dari berdagang valas.

Selain suka menginvestasikan uang sembarangan, aku juga memiliki kebiasaan buruk lainnya, seperti:

Mengabaikan para pegawai

Aku sangat memprioritaskan kepentingan dan kebutuhan pribadiku terlebih dahulu sehingga aku suka mengabaikan para pegawaiku. Hal ini aku lakukan karena aku menganggap bahwa aku memiliki posisi yang lebih penting di kantor sehingga kepentinganku harus selalu diutamakan. Hal ini membawa dampak buruk bagi para karyawanku. Mereka tidak bekerja dengan baik dan gagal memenuhi target mereka. Aku sangat menyesali hal ini karena pada akhirnya perusahaanku tidak mampu memenuhi permintaan pasar dan kalah bersaing dengan para kompetitor bermodal besar.

Menerapkan hidup mewah

Ketika berhasil mendapatkan keuntungan yang lumayan besar setiap bulannya, aku mulai berpikir untuk mengubah gaya hidupku. Ya, aku menerapkan hidup mewah di mana aku suka membeli produk-produk bermerek sehingga aku terlihat berkelas. Semuanya terasa indah ketika ada banyak uang dalam genggamanku. Namun gaya hidup mewah ini membuatku tidak mendapatkan kebahagian sesungguhnya karena para karyawanku banyak yang mengeluh lantaran kesehjateraan dan kenyamanan mereka tidak begitu aku perhatikan dengan baik.

Di samping itu, aku juga suka mengubah kesepakan bisnis semauku dengan para klien ataupun rekan-rekan bisnisku. Aku yakin mereka pasti kecewa berat dengan tindakanku itu. Hal ini terbukti dengan adanya surat pemutusan kontrak kerjasama kerja secara sepihak dengan mereka setelah bekerjasama dengan perusahaanku selama beberapa bulan saja. Parahnya, aku bisa saja berurusan dengan pihak berwajib seandainya aku tidak cepat minta maaf dan mengembalikan uang kepada salah satu rekan bisnisku.

Semua itu adalah masalah laluku yang kelam. Saat ini, aku sudah memulai hidup dan bisnis baru. Aku tidak mau lagi jadi manajer yang profesional. Semoga kedepannya aku bisa lebih baik lagi dalam memimpin perusahaanku.