Menjadi orang Yang Cerdas Dalam Manajemen Keuangan Keluarga

0
1081
manajemen dan mengatur keuangan keluarga

Sejak anda kecil mungkin yang ada dalam pikiran anda adalah memiliki banyak keinginan yang harus dicapai, dan ketika anda hendak dewasa dan sekolah sampai ke perguruan tinggi, anda tidak beripikir dari mana kebutuhan anda tercukupi. Namun ketika anda belajar hidup mandiri, dengan bekerja sesuai kemampuan anda dan nasib anda, maka disitulah anda akan mengerti betapa sulitnya menciptakan sehelai urang ribuan yang selama ini anda abaikan. Anda baru tahu kalau orang tua anda begitu cerdas dalam hal manajemen mengatur keuangan keluarga, bahkan bisa menutupi semua kekurangan serta memenuhi kebutuhan anda sampai dewasa.

Yang kita tahu adalah teori dari sekolah dalam hal manajemen keuangan keluarga, namun pada prakteknya kita baru akan memulai disaat kita berkeluarga. Hal pertama yang harus anda lakukan ketika hendak mengatur keuangan tersebut yaitu berdiskusi dengan pasangan hidup anda, serta menyepakati apa yang yang menjadi kebutuhan hidup bersama sehingga antara pemasukan dan pengeluaran bisa seimbang bahkan lebih besar pemasukan. Setelah ada kesepakatan, maka anda harus menyamakan persepsi seperti membuat rekening bersama untuk keperluan bersama. Jangan ada rekening masing-masing, karena selain menimbulkan kecurigaan juga akan ada rasa tidak adil diantara keduanya, serta sikap tertutup pun akan muncul diantara keduanya.

Seperti yang telah menjadi rahasia umum, jika pengeluaran untuk belanja rutin bulanan bukanlah menyusut, malah semakin hari semakin bertambah. Hal tersebut karena faktor ekonomi negara yang tidak stabil dan berakibat naiknya harga bahan-bahan pokok. Karena itulah kita sebagai orang yang ingin memiliki keluarga yang sejahtera, haruslah cerdas dalam mengatur keuangan. Walaupun kita bukan seorang yang ahli dalam perencanaan keuangan, tapi setelah berada di lapangan kita akan dituntut untuk bisa mengelola keuangan keluarga dengan sebaik mungkin. Tidak sedikit diantara kita yang hidupnya harus mengalami kebangkrutan dan berada dalam garis kemiskinan karena beberapa faktor yang tidak dimiliki. Yaitu faktor pengelolaan keuangan serta faktor ilmu untuk mendapatkan penghasilan yang lebih baik. Maka dari itu, memiliki sebuah ilmu adalah bekal untuk untuk kita hidup. Kita akan lihai dalam mendapatkan penghasilan, mengelolanya, serta menyisihkannya untuk dana masa depan yang lebih baik lagi.